Kamis, 26 Juli 2012

Agar Waktu Tak Menguap Percuma

Time is Money.” (Waktu adalah uang)
Harjani
“Al waqtu kas saif illam taqtha’hu qatha’aka.” (Waktu ibarat pedang, jika kamu tidak memotongnya, niscaya pedang itu yang akan memotongmu).
“Al Waqtu huwal hayaah.” (waktu itu adalah kehidupan itu sendiri). Karenanya ada ungkapan lain senada: “Al waqtu ‘amaar au damaar.” (waktu adalah keceriaan atau kebinasaan).
Betapa banyak ungkapan ungkapan senada yang mengindikasikan keberhargaan dan ketinggian nilai waktu bagi kehidupan.
Penting dan berharganya waktu ditunjukkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga Ia bersumpah dengan masa (baca: waktu) dalam firman-Nya, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar berada dalam kerugian, Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasehati dengan kebenaran dan kesabaran” (Al ‘Ashr: 1 3).
Demikian juga dalam ayat ayat yang lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala. bersumpah dengan beragam waktu dalam sehari semalam, “Wallaili idzaa yaghsya” (demi waktu malam saat kelam), “wadh dhuhaa” (demi waktu dhuha), “wal fajri” (demi waktu fajar) dan seterusnya.
Secara kontekstual, ayat ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala. di atas mengisyaratkan dengan jelas tentang kemuliaan dan ketinggian nilai waktu. Sebagaimana ia juga mengisyaratkan bahwa manusia sangat akrab dengan keburukan dan malapetaka, karena terlena dari kejapan masa. Juga memberikan pengertian bahwa tidak ada yang lebih mahal harganya daripada umur yang dikaruniakan pada manusia.
Penting dan mahalnya harga waktu, juga dijelaskan dalam teks teks hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, sebagai sumber kedua setelah Al Qur’an, antara lain:
“Dua nikmat yang banyak orang rugi di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang” (al hadits).
“Kedua kaki seorang hamba tidak akan melangkah pada hari Kiamat sehingga ia ditanya tentang empat perkara, yaitu: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia lewatkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan, dan tentang ilmunya untuk apa ia gunakan” (HR Al Bazzar dan Ath Thabrani).
“Pergunakan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tua, kekayaanmu sebelum kemiskinan, kesehatanmu sebelum sakit, masa hidup sebelum engkau mati.” (Al Hadits).
Kesadaran akan penting dan berharganya waktu tersebut, juga dimiliki para salafuna shalih (pendahulu kita). Mereka mengungkapkan kesadaran itu dengan kata kata indah, antara lain:
“Orang mukmin tidak bergerak melangkah kecuali untuk tiga perkara, yaitu: membekali diri untuk akhirat, atau mencari nafkah untuk hidup, atau sekedar menikmati hal hal yang tidak diharamkan.”
“Saya (Umar bin Khathab ra.) benci melihat orang punya waktu luang tanpa diisi dengan aktivitas berdimensi ukhrawi, tak pula kegiatan duniawi.”
“Kewajiban lebih banyak dari pada waktu yang tersedia.”
“Peluang adalah emas, kesibukan adalah keberkahan, tidak dapat mengatur waktu adalah bencana.”
“Malam dan siang adalah modal kekayaan orang mukmin. Keuntungannya adalah sorga, sedangkan kerugiannya adalah neraka.”
Sehingga, kita pun dapat meneladani mereka dengan ungkapan nurani: “Tiada waktu tanpa tilawah dengan Al Qur’an”, “Tiada saat saat, tanpa aktivitas yang diridhai Nya”, “Tiada peluang kecuali bermanfaat”. Itulah ungkapan nurani yang bermuara pada firman Sang Pencipta nurani: “Maka jika engkau berpeluang (waktu kosong) hendaknya diisi (dengan yang bermanfaat).” (Al Insyirah: 7).
Waktu….. oh waktu……, demikian berharga engkau. Masa…. Oh masa, tiada berguna penyesalan atas masa lalu.
Ramadhan merupakan salah satu masa dan waktu bagi kehidupan kita. Bahkan, Islam memandang Ramadhan adalah waktu dan peluang investasi kebajikan untuk kehidupan akhirat, saat Allah meminta pertanggungjawaban setiap waktu dan masa yang digunakan manusia. Tak terkecuali.
Investasi yang ditawarkan bukan sekedar sesuatu yang mendatangkan keuntungan duniawi belaka. Keuntungannya pun tidak sekedar keuntungan, tetapi keuntungan yang berlipat ganda, untung dunia dan akhirat.
Sebagai ilustrasi, jika ada seseorang kaya raya menawarkan kepada Anda modal besar untuk diinvestasikan dalam sebuah bisnis mulia. Bahkan orang kaya itu memberikan hibah pemberian kepada Anda dan bukan pinjaman modal. Apa sikap Anda dan bagaimana selayaknya Anda lakukan terhadap modal besar tersebut?
Karena harta modal itu pemberian untuk anda, Anda bebas bersikap dan memperlakukannya. Tetapi pantaskah Anda berfoya foya dengan harta itu? Layakkah Anda mensia siakan hartanya? Bijakkah Anda ketika Anda hanya berucap “syukron” (terima kasih), tanpa ada upaya bagaimana agar Anda bisa hidup wajar dan penuh keceriaan?
Selaku orang bijak dan pandai berterima kasih, tentunya Anda harus memanfaatkan pemberian orang kaya itu dengan sebaik baiknya, yang manfaatnya tidak hanya untuk Anda, kemungkinan besar untuk orang banyak, juga bermanfaat untuk kehidupan yang berdimensi ukhrawi. Selaku orang beriman dan beragama, tentunya Anda harus membuat sebuah planning yang tepat guna, sehingga pemberian orang yang banyak itu dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Demikian juga halnya di dalam bulan Ramadhan, Allah Subhanahu wa Ta’ala. dengan syariat Nya memberikan banyak hadiah berlipat ganda, selama Anda menjalankan syariat syariat Nya di bulan suci ini. Hadiah itu bermuara kepada ‘bonus’ Allah berupa kebahagiaan lahir batin di dunia dan akhirat, karena tercapainya diri yang fitrah, bersih dari segala noda, salah, dan dosa.
Karenanya, sangat pantas dan wajar jika kita mampu memanfaatkan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. selama bulan Ramadhan dengan sebaik baiknya. Sehingga, waktu waktu kita pun selama itu tidak terbuang percuma dan lewat tanpa buah manis bagi kehidupan kita.
Caranya….? Buatlah perencanaan yang matang jauh sebelum Anda memasuki bulan suci Ramadhan kali ini. Ada baiknya, jika Anda juga melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap waktu waktu Anda pada bulan Ramadhan tahun lalu. Setelah itu, baru Anda buat planning Ramadhan tahun ini.
Dalam planning, tentunya diperhatikan hal hal yang terkait dengan planning, seperti tujuan, aspek aspek aktifitas yang mengacu pada dimensi tujuan yang ditentukan. Kemudian dibuat sistematika pelaksanaan dan evaluasi berkala, lalu buatlah program yang dapat menunjang capaian tujuan yang ditentukan.
Tujuan: Tujuan akhir dari aktivitas Ramadhan adalah meningkatnya kepribadian muslim. Acuan kepribadian muslim tersebut adalah mukmin multazim (komitmen) dengan Islam baik dalam aspek akidah, ibadah, dan muamalah (baca: orang muttaqin).

Minggu, 22 Juli 2012

Fiqh Ramadhan

Shiyam
Definisi
Secara harfiah (bahasa), puasa berasal dari kata Al-Imsak/ Ash-shoum yang artinya, yaitu menahan
Sedangkan menurut istilah, puasa, yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dimulai dari semenjak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Keistimewaan dan Keutamaan Puasa
1.  Ganjaran pahala yang besar dan hanya Allaah yang mengetahui seberapa besar ganjarannya
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.’” (HR. Muslim no. 1151)
Dalam riwayat lain dikatakan,
قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى

“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku.’” (HR. Bukhari no. 1904)
Dalam riwayat Ahmad dikatakan,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلاَّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

“Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), ‘Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan  puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.’” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
2.  Puasa adalah ketaatan yang paling agung
Dari Abu Umamah RA yang mengatakan, "Saya pernah mendatangi Rasulullah SAW seraya aku berkata, Ya Rasulullah, perintahkanlah aku suatu amal, yang membawa aku masuk syurga." Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah engkau berpuasa, karena puasa itu tiada bandingannya. Kemudian, saya datangi kedua kalinya, beliau bersabda lagi. Hendaklah engkau ber­puasa." (HR. Imam Ahmad, Nasai, dan Al Hakim)
3.  Menumbuhkan sifat terpuji, yaitu sabar
Ibnu Rajab Al Hambali –semoga Allah merahmati beliau- mengatakan,”Karena puasa adalah bagian dari kesabaran”. dan dalam Al-Qur'an Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az Zumar: 10)
4.  Puasa adalah perisai yang dapat mencegah dari api neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

“Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits,
ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذلك وجهه عن النار سبعين خريفا

“Tidaklah ada seorang hamba yang berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dengan puasanya itu dari api neraka (sepanjang perjalanan) tujuh puluh tahun.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Sa’id al-Khudriy)
5.  Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi daripada minyak misk (kasturi)
وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
"...Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi." (HR. Muslim no. 1151)
6.  Memberikan syafaat bagi orang yang menjalankannya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata,’Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan.’” (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani, periwayatnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Al Haytsami dalam Mujma’ul Zawaid)
7.  Mendapatkan pengampunan dosa
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)
8.  Bagi orang yang berpuasa akan disediakan surga, yaitu yang bernama Ar Rayyan
Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama  Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim)
9.  Bergembira karena puasa lebih baik dibandingkan amalan-amalan yang pernah ia kerjakan selama hidupnya.
Ramadhan
Firman Allah ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah [2] : 183)

Keistimewaan Ramadhan
1.  Bulan yang diturunkan padanya Al-Qur'an
Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179)
2.  Pintu-pintu neraka ditutup, pintu-pintu surga dibuka, dan setan-setan dibelenggu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” )HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
3.  Adanya malam laylatul Qadr
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).
Dan Allah Ta’ala juga berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).
Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah. (Tafsir Ath Thobari, 21/6)
Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. (Zaadul Masiir, 7/336-337)
4.  Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.)
An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.” (Al Majmu’, 6/375)
An-Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.” (Al-Majmu', 6/375)
Bersambung..


NB: Rangkuman dari beberapa kajian Tarhib Ramadhan dan Fiqh Ramadhan.
Alivia Oktaviani
Tangerang, 21 Juli 2012/01 Ramadhan 1433H

Sabtu, 21 Juli 2012

100KB Pembawa Dosa Sepanjang Tahun

Apa makna dari 100KB? Silakan simak tulisan ini!

Begitu banyak orang berusaha menghindari daging babi, alkohol makanan yang haram, akan tetapi dia terjatuh ke dalam dosa besar karena kekhilafannya. Apakah kekhilafan itu karena kebenciannya? Tidak selalu.

Terkadang karena kecintaan dengan sesuatu, bisa jadi dia jatuh ke dalam dosa besar ini. Kecintaan dengan pendapat yang diyakini kebenarannya, dia bela mati-matian apa yang dia anggap benar itu. Padahal dia sudah terjatuh ke dalam ghibah.

Terkadang dengan “ringan” nya kita seolah sedang memakan daging bangkai saudara kita sendiri dengan argumen pembenaran akan kebenaran dan keyakinannya. Berapa daging bangkai? 2 atau kah 3 dalam sehari? Astaghfirullohaladziim.

Kenapa?

Marilah kita simak firman Allah dalam QS Al-Hujurot ayat 12, yang artinya sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang .” (QS Al-Hujurat:12)

Demikianlah Allah mengumpamakan antara menggunjing (ghibah) dengan orang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

Lalu Apakah ghibah itu ?

Sesuai apa yang diterangkan Nabi SAW: pada Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud : Nabi SAW bersabda : “Tahukah kamu apa ghibah itu ? Jawab sahabat : Allahu warasuluhu a’lam (Allah dan Rasulullah yang lebih tahu).

Kemudian Nabi SAW bersabda: Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain. Lalu Sahabat bertanya: Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu ?

Jawab Nabi SAW : “Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu itu, maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu, fitnah) dan itu lebih besar dosanya”.

Dalam kitab al adzkar , Imam AnNawawy memberikan definisi : ‘Ghibah, adalah menyebutkan hal-hal yang tidak disukai orang lain, baik berkaitan kondisi badan, agama, dunia, jiwa, perawakan, akhlak, harta, istri, pembantu, gaya ekspresi rasa
senang, rasa duka dan sebainya, baik dengan kata-kata yang gamblang,
isyarat maupun kode.

Dalam era informasi yang canggih sekarang ini, bentuk-bentuk ghibah dapat dilakukan dengan model yang lebih baru. Tulisan, sms, email, bahkan lewat bahasa tubuh. Di internet, tulisan yang berupa elektronik sangatlah ringan. Sebuah email biasanya tidak lebih dari 100KB. Sangat kecil sekali dibanding sebuah flash disk yang mampu menyimpan 4GB data.
Coba mari kita fikirkan kalau tulisan kita adalah ghibah ? sudah tersebar ke mana-mana, yang akhirnya kita tidak mampu menghapus tulisan itu sendiri. Ditambah kalau tulisan kita sudah masuk ke lingkaran milis-milis. Tulisan itu akan tetap tersimpan rapi di dunia internet, tanpa kita dapat menghapuskannya. Sudah berapa dosa yang telah kita perbuat dengan Ghibah yang kita lakukan ?

Dalam buku kecil Provision for the seekers, ada hadist pendek yang berbunyi, Laa yad khulul jannata qottatun, Tidak akan masuk syurga orang yang melakukan qattat. Qattat bisa disinonimkan dengan nammam, artinya orang yang mendengarkan pembicaraan sekelompok orang yang kemudian dia menyebarkan pembicaraan tersebut ke orang lain. Baik dengan terang-terangan atau dengan sindiran, tanpa dia dapat mengontrol penyebaran pembicaraan yang dia lakukan. Yang akhirnya menarik pro dan kontra pembaca, baik yang tahu permasalahan atau pun tidak.

Itulah bahayanya email dan dunia internet. Bisa jadi anda shalat, zakat, puasa di waktu bangun, akan tetapi sebenarnya di waktu tidur pun anda melakukan dosa besar dengan bentuk ghibah karena Qattat yang anda sebarkan. Bagaimana cara menghapus ini semua ? Jelas tidak mungkin. Email dan tulisan anda akan tersimpan di setiap harddisk orang yang menerima email anda. Atau tersimpan di server bang Yahoo dan paman Google. Sampai kapan ? Mungkin sampai hari kiamat !!

Kalau anda tidak dapat menghapusnya, dengan apa anda akan masuk surga kelak ?
Maukah anda melakukan dosa sepanjang tahun ? Tidak bukan ? Berhati-hatilah dengan 100KB!!

Martinez, Rabiulakhir 29, 1431H

Kamis, 25 Juni 2009

Ku Ingin SBY ku Menang

Yo ayo… Ayo.. SBY ku… Ku ingin… SBY ku menang…
Yo ayo…
Ayo.. SBY ku…
Ku ingin…
SBY ku menang…

Untaian syair lagu di atas menggema di Gelanggang Olah Raga Bulungan saat berlangsung kampanye tertutup pasangan SBY-Boediono Kota administratif Jakarta Selatan, (22/6).

Lebih dari 2000 pendukung pasangan nomor dua ini menyanyikannya dengan penuh semangat diiringi tabuhan drum, tak terkecuali sang Komandan Kampanye Daerah (Kamda) DKI Jakarta Adang Daradjatun

Syair lagu ini tidaklah asing di telinga kader dan simpatisan PKS, karena lagu ini menjadi sarana untuk membangkitkan semangat kader guna pemenangan calon yang diusung PKS untuk menjadi kepala daerah maupun presiden. Tinggal mengganti salah satu kata dalam lagu tersebut dengan nama calon yang akan diusung.

Lagu ini sendiri mulai diperdengarkan saat Adang di daulat PKS untuk maju pada pertarungan merebutkan kursi Gubernur DKI Jakarta, bersama dengan Dani Anwar yang kini melaju ke Senayan melalui jalur Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Syair lagu untuk memenangkan Adang-Dani pada saat itu adalah,

Yo ayo…
Ayo.. Adang-Dani…
Ku ingin…
Adang-Dani ku menang…

Syair lagu tersebut lantas berganti manakala gendang pertarungan memperebutkan kursi legislatif dimulai. Kata-kata Adang-Dani dirubah menjadi PKS, maka syairnya pun menjadi,

Yo ayo…
Ayo.. PKS ku…
Ku ingin…
PKS ku menang…

Syair yang pendek dengan pemilihan kata-kata yang sangat simple ini, membuatnya mudah dihafal. Maka tak heran para simpatisan SBY-Boediono yang bukan kader dan simpatisan PKS pun langsung hafal dan bersemangat menyanyikan lagu tersebut.

Yo ayo…
Ayo.. SBY ku…
Ku ingin…
SBY ku menang… (adine/foto: fadhil)
www.pk-sejahtera.org

Selasa, 16 Juni 2009

Di Balik Fitnah Soal Jatah Menteri PKS

Saya tegaskan di sini bahwa 10 agenda yang ada di SMS/email itu benar-benar fitnah keji terhadap PKS

INILAH.COM, Jakarta – Kampanye hitam menjelang pemilu presiden kini semakin marak. Tak terkecuali yang dihadapi oleh PKS. Isu yang sempat menyengat berupa rencana bagi-bagi kursi kabinet serta 10 agenda kesepakatan PKS-Partai Demokrat. Situasi ini dianggap benalu dalam proses demokratisasi.
Isu soal kesepakatan jatah menteri serta 10 agenda kesepakatan politik PKS dan Partai Demokrat merebak seiring dengan keputusuan PKS berkoalisi mendukung pasanangan SBY-Boediono. Hal ini seperti aksi lanjutan atas penolakan figur Boediono yang dituding lawan politiknya sebagai penganut paham ekonomi Neoliberalisme.
Fitnah itu berawal dari pencatutan nama Ketua DPW PKS DI Yogyakarta Ahmad Sumiyanto dalam isu jatah menteri dan 10 agenda politik PKS-Demokrat yang muncul ke publik melalui di media massa lokal di Yogyakarta.
Padahal, Ketua DPW PKS tidak pernah mengatakan perihal 10 agenda politik PKS-Demokrat serta soal bagi-bagi jatah menteri. "Silakan dicek pada koran Kedaulatan Rakyat, halaman 3 edisi Sabtu 30 Mei 2009. Di koran tersebut, tertulis kalimat, 'Apalagi pihak SBY dan Demokrat telah bersedia menandatangani kontrak politik yang berisi 10 Agenda Pembangunan yang disusun berdasarkan platform PKS itu'," jelas Biro Pusat Informasi DPW PKS DIY Mohammad Ilyas Sunnah kepada INILAH.COM, Senin (15/6).
Soal bagi-bagi jatah kursi kabinet, juga dibantah oleh Ketua DPW PKS Yogyakarta. Apalagi soal jatah kursi yang menyebut pos tertentu seperti, menteri pendidikan, menteri kesehatan, dan menteri pertanian harus diisi oleh kader PKS. Selain itu juga 40 PPL Departemen Pertanian yang kini diisi kader PKS tidak boleh diganti.
"Saya tegaskan di sini bahwa 10 agenda yang ada di SMS/email itu benar-benar fitnah keji terhadap PKS. Otomatis, sepanjang pemberitaaan 10 agenda yang aneh-aneh dan provokatif tersebut sebagai pernyataan atau bahkan pengakuan Ketua DPW PKS DIY," tambahnya.
Justru fakta yang benar, sambung Ilyas, perihal 10 agenda yang mendesak nasional yang tertuang dalam Kontrak Politik (Piagam Kerjasama) PKS-PD yang sudah dipublikasikan untuk umum. "Jelas, tidak ada yang lain, karena pernyataaan Ketua DPW PKS DIY, Ahmad Sumiyanto itu (sebagaimana disebutkan pada koran Kedaulatan Rakyat edisi tanggal di atas) dibuat untuk menyikapi diterbitkannya Bayanat DPP PKS tersebut," tambahnya.
Sebenarnya soal isu bagi-bagi menteri dan kesepakatan 10 agenda politik PKS-Demokrat juga dibantah oleh kalangan Partai Demokrat. Seperti pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok yang menegaskan tidak ada soal bagi-bagi kursi dan 10 agenda poliotik PKS.
"Yang pasti pos menteri belum disepakati. SBY menegaskan karena saat ini sistem presidensiil, soal pos menteri adalah hak prerogatif presiden," jelas Mubarok kepada INILAH.COM, awal Juni lalu.
Terkait 10 agenda pembangunan yang disusun berdasarkan platform PKS, Mubarok menegaskan, kesepakatan tertulis PKS dengan SBY-Boediono sama saja dengan partai politik peserta koalisi lainnya.
Sementara tentang agenda tuntutan tidak menghapus perda syariah, Mubarok memastikan hal tersebut tidak masuk dalam kesepakatan tertulis dalam koalisi. "Yang pasti gak ada. Mungkin secara lisan orang PKS ngomong ke SBY. Itu tidak tertulis, tidak tercatat, dan tidak diiyakan. Yang tertulis sifatnya umum," tandas guru besar Psikologi Islam UIN Jakarta ini.
Kendati demikian, soal power sharing di koalisi SBY-Boediono tak sepenuhnya dibantah oleh petinggi PKS. Ini terungkap dalam pernyataan Presiden DPP PKS Tifatul Sembiring perihal pembagian kursi kabinet jika kelak SBY-Boediono terpilih. "Koalisi di mana pun pasti ada power sharing," katanya usai menghadiri deklarasi PKS untuk pemenangan SBY-Boediono di Sidoarjo, awal Juni lalu.
Meski demikian, Tifatul enggan menyebut pos kementerian mana saja yang bakal diisi kader PKS, jika kelak pasangan SBY-Boediono terpilih dalam pilpres. Menurut dia, tak layak jika pembagian kursi dibicarakan ke publik secara terbuka.
Walau demikian, Tifatul Sembiring memberi sinyal, pembagian kursi kabinet dilakukan secara proporsional sesuai dengan kekuatan pendukung koalisi. "Ibaratnya kita ramai-ramai mendorong mobil, masak setelah mobil berjalan terus cukup bilang good bye," ujarnya bertamsil. [P1]

sumber: www.pk-sejahtera.org

Jumat, 12 Juni 2009

Ketua MPR: MK Jangan Bermain-main dengan Putusannya

MK juga harus menyadari dia adalah lembaga terakhir dimana putusannya mengikat dan putusannya tidak bisa dibanding



JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid, menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penetapan kursi di penghitungan tahap ketiga. Namun, Hidayat juga mengingatkan MK agar berhati-hati dalam membuat putusannya. Hal itu dikatakan Hidayat, Jumat ( 12/6 ), di Gedung DPR, Jakarta.

Sesuai UU, sebagai lembaga negara, Hidayat mengatakan, MK diberikan kewenangan untuk menyelesaikan sengketa penghitungan suara pemilu. "MK juga harus menyadari dia adalah lembaga terakhir dimana putusannya mengikat dan putusannya tidak bisa dibanding. Oleh karena itu MK jangan main-main dengan putusannya," kata anggota Majelis Syuro PKS ini.

Hidayat menegaskan, apapun putusannya, ia tidak akan melakukan intervensi atas putusan tersebut. Mengenai putusan yang dinilai melampaui kewenangan MK, Hidayat menganggapnya merupakan hal yang bisa diperdebatkan.

"Di DPR, soal itu (penghitungan dan penetapan kursi) juga debatable sehingga interpretasinya bisa kemana-mana. Sekarang, MK mengembalikan sisa penghitungan suara ke provinsi. Kalau MK memutuskan seperti itu ya sudah itu putusan MK dan itulah yang harus dilaksanakan," kata Hidayat.

Bagi KPU, menurutnya, tak ada pilihan lain selain menjalankan putusan MK.

sumber :www.pk-sejahtera.org

Kamis, 11 Juni 2009

PKS Optimalkan Mesin Partai

DEPOK-- Presiden PKS, Tifatul Sembiring meminta kepada partai pendukung capres dan cawapres, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, untuk mengoptimalkan mesin partai guna mensukseskan terpilihnya SBY-Boediono dalam satu putaran.

"PKS terus mengoptimalkan mesin partai diseluruh daerah," kata Tifatul dalam acara penggalangan konsolidasi pemenangan SBY-Boediono, di Wisma Makara, UI, Depok, Selasa malam.
Ia mengharapkan partai pendukung SBY-Boediono, seperti PAN, PPP, PKB dan lainnya untuk mengoptimalkan mesin partai untuk bergerak, sehingga pilpres tidak dilakukan dalam dua putaran.

"Kalau semua mesin partai bergerak saya yakin pilpres bisa dalam satu putaran," jelasnya.
Sementara itu, menanggapi, hasil survei terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) pasangan capres/cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono cenderung mengalami penurunan, Tifatul mengatakan tidak mengkhawatirkan hasil survei tersebut.

"Kita akan terus bekerja dan bergerak mengkonsolidasikan semua kader dan simpatisan partai untuk segera bergerak menjalankan mesin partai.

"Tidak perlu dirisaukan hasil survei tersebut, yang penting pada akhirnya seperti apa," kata tifatul yakin.

Berdasarkan survei LSN yang dilakukan pada 15-20 Mei lalu, elektabilitas SBY-Boediono sebesar 67,1 persen, sedangkan pada survei terbaru LSN yang dilakukan pada 1-5 Juni dukungan terhadap SBY-Boediono turun menjadi 62,5 persen.

Sedangkan pasangan Megawati-Prabowo yang sebelumnya dipilih oleh 11,8 persen responden pada survei 15-20 Mei, naik menjadi 14,2 persen pada survei yang dilakukan 1-5 Juni. Sementara pasangan Jusuf Kalla-Wiranto yang sebelumnya 6,4 persen, naik menjadi 11 persen.ant/fif

sumber: www.pk-sejahtera.org