Jumat, 10 Oktober 2008

Dana Kampanye Miliaran Rupiah

Legislator terpilih akan menanggung dana kampanye
YOGYAKARTA -- Partai politik di Yogyakarta mulai menyiapkan dana kampanye menyongsong penetapan calon anggota legislatif oleh Komisi Pemilihan Umum pekan depan. Ada partai yang sudah menyiapkan rencana anggaran miliaran, tapi kebanyakan enggan menyebutkan jumlah dana mereka.

Partai Kebangkitan Bangsa, misalnya, akan mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk kampanye calon legislator. "Berapa persis angkanya belum kami hitung," ujar Ketua PKB Yogyakarta kubu Muhaimin Iskandar, Sukamto, kemarin. Begitu juga Partai Golkar. "Baru kami rapatkan," ujar Gandung Pardiman, Ketua Golkar Yogyakarta.

Adapun Partai Amanat Nasional belum bisa menaksir jumlah dana yang akan digelontorkan karena dana kampanye ditanggung langsung oleh calon legislator. "Partai hanya memberikan dana tambahan," ujar Immawan Wahyudi, Ketua PAN Yogyakarta. Selain itu, calon legislator PAN wajib menyetor dana ke kas partai untuk membiayai kampanye yang dijadwalkan KPU. "Total biaya kampanye akan ditanggung bersama oleh calon."

Sebaliknya, calon legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ditalangi oleh partai. "Kami ingin agar caleg terhindar money politic," ujar Ketua PDIP Yogyakarta Djuwarto. Setelah pemilu, biaya kampanye itu akan ditagihkan kepada calon legislator terpilih maupun calon yang terpental. "Honor mereka akan dipotong 50 persen untuk partai," ujarnya.

Tak mengherankan bila sejak awal PDIP telah punya perincian angka dana kampanye yang akan digelontorkan untuk persiapan kampanye calon anggota legislatif di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota. "Untuk kampanye caleg Pemilu 2009, kami siapkan dana Rp 8,75 miliar," kata Djuwarto.

Perinciannya: Rp 5,5 miliar untuk kampanye calon legislator tingkat provinsi, Rp 2,25 miliar untuk tingkat kabupaten dan kota, serta Rp 1 miliar untuk tingkat pusat. Menurut Djuwarto, dana itu hasil gotong royong legislator PDIP. "Lima puluh persen untuk partai, sisanya untuk anggota Dewan," ujar Djuwarto.

Adapun PKB memotong 40 persen gaji anggotanya di Dewan. "Dana inilah yang akhirnya, antara lain, untuk kegiatan partai, termasuk kampanye," ujar Sukamto. Sedangkan PAN mengambil sepertiga dari total penghasilan yang diterima anggotanya di Dewan.

Kampanye tahun ini diduga jauh dari kehebohan kampanye jalanan. PAN, PKB, maupun PDIP tidak memberi porsi berlebihan untuk kampanye di jalan. "Kami lebih mengintensifkan berkomunikasi dengan masyarakat langsung," kata Immawan. BERNARDA RURIT

Sumber:http://www.korantempo.com

Tidak ada komentar: